Memo

Minggu, 27 April 2014



MEMO

Pesan singkat dalam tulisan ini maksudnya bukan SMS, melainkan memo. Memo merupakan komunikasi tertulis berupa pesan singkat yang ditulis pada kertas.

Contoh memo (pesan singkat) dan bagian-bagiannya


Berdasarkan contoh tersebut, berikut ini adalah cara membuat memo.

      1.      Menulis pokok-pokok pesan
Memo adalah bentuk komunikasi tertulis yang berisi pesan singkat. Memo adalah kependekan dari memorandum. Memo dapat dikategorikan sebagai surat dinas yang digunakan seacara intern oleh lembaga atau instansi dan sifatnya informal. Isi memo berupa informasi, perintah, pertanyaan, harapan, permintaan, atau peringatan. Pesan yang diampaikan dalam memo merupakan pesan yang cukup singkat dan tidak perlu diawali dengan pembuka atau diakhiri dengan kalimat penutup. Jadi, langsung pada inti pesan yang akan disampaikan.
Berdasarkan sistematika tersebut, pokok-pokok pesan perlu dituliskan. Pokok-pokok pesan yang perlu ditulis yaitu pihak yang hendak dituju, isi pesan, dan tanggal pembuatan memo. Unsur-unsur yang berhubungan dengan pribadi pembuat memo, seperti nama penulis, jabatan, atau tanda tangan tak perlu disebutkan.

      2.      Menulis pesan singkat sesuai konteks
Langkah selanjutnya, berupa pengembangan pokok-pokok pesan yang telah ditulis menjadi memo yang sesuai dengan sistematika dan konteks peristiwa.
Berikut ini contoh konteks peristiwa

Langkah selanjutnya, pokok-pokok pesan tersebut bisa dikembangkan menjadi sebuah memo seperti berikut ini.



Selain untuk kepentingan dinas, memo juga bisa digunakan untuk kepentingan pribadi. Misal, untuk menyampaikan pesan kepada keluarga, saudara, atau teman. Hal yang diingat yaitu memo hanya digunakan untuk keperluan yang sangat mendesak. Misal, ada informasi penting yang perlu diketahui dengan segera oleh pihak yang hendak dituju, namun pihak yang bersangkutan tidak berada di tempat. Jadi, apabila bisa brtemu langsung dengan orang yang dimaksud, tidak diperlukan memo.

Bagian-bagian Memo Tidak Resmi:
Memo tidak resmi tidak terlalu memiliki banyak aturan yang terpenting hanyalah didalamnya harus berisi:
1. Pembuat Memo
2. Penerima Memo
3. Isi Memo
4. Tanggal


Memo tidak resmi dapat divariasikan sesuka hati asalkan tetap mengandung bagian-bagiannya dan dapat mudah dipahami.
Contoh:


Wawancara

Jumat, 25 April 2014



 
PENGERTIAN

Wawancara   :          
Tanya jawab dengan maksud memperoleh data untuk keperluan tertentu. Tanya jawab itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara, yakni orang mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan yang diwawancara atau narasumber, yakni orang yang memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan.
                          Wawancara dapat dikelompokkan berdasarkan perangkat dan teknik pelaksanaannya.
1.      Wawancara secara serta-merta/langsung, dilakukan secara spontan dan dilakukan dalam situasi yang alamiah. Hubungan antara pewawancara dengan yang diwawancarai berlangsung secara wajar. Pertanyaan dan jawaban berjalan sebagaimana layaknya obrolan sehari-hari.
2.      Wawancara dengan petunjuk umum, pewawancara membuat kerangka atau pokok-pokok masalah yang akan ditanyakan dalam proses wawancara. Penyusunan pokok-pokok itu dilakukan sebelum wawancara dilangsungkan.
3.      Wawancara dengan menggunakan seperangkat pertanyaan yang telah dibakukan. Urutan, kata-kata, serta cara penyajian pertanyaan untuk jenis wawancara ini sudah ditetapkan. Pewawancara kemudian membacakan secara apa adanya atas pertanyaan-pertanyaan yang telah dipersiapkan.
Tujuan wawancara,  adalah menggali informasi tertentu dari narasumber. Agar tujuan itu tercapai, kegiatan wawancara harus dilakukan berdasarkan tahap-tahap wawancara
1)   Tahap Persiapan
Pelaksanaan wawancara harus diawali dengan perisapan-persiapan di bawah ini:
·         Tentukan tujuan wawancara yang akan dilaksanakan,
·         Tentukan informasi, keterangan, dan data yang diperlukan sesuai dengan tujuan wawancara,
·         Pilihlah instansi atau orang-orang yang akan dijadikan sebagai narasumber yang dapat memberikan informasi, keterangan, atau data yang diperlukan,
·         Hubungilah narasumber sebelum wawancara dilaksanakan. Rundingkanlah dengan mereka hal-hal yang berkaitan dengan teknik pelaksanaan wawancara misalnya mengenai waktu, tempat, dan sebagainya,
·         Susunlah pokok-pokok pertanyaan yang akan digunakan dalam pelaksanaan wawancara.

2)      Tahap Pelaksanaan

a.      Tahap Pembukaan
Dalam tahap ini, pewawancara memperkenalkan diri sekaligus mengemukakan maksud dan tujuan wawancara. Pewawancara hendaknya mengikuti tata aturandan kesopanan, baik dalam penampilan maupun penggunaan bahasa. Penampilan hendaknya rapi, bersih, dan enak dipandang. Adapun dalam penggunaan bahasa, hendaklah ia menggunakan tutur kata yang sopan dan tidak menyinggung perasaan orang yang diwawancarai.
Supaya proses tanya jawab berlangsung dengan baik, akan lebih baikapabila pewawancara mengenal lebih jauh mengenai identitas atau keterangan-keterangan yang berkenaan dengan pribadi narasumber. Penanya harus mengenal pribadi yang ditanya secara tepat, mulai dari nama, keahlian, sampai pada pekerjaan atau jabatannya.

b.      Tahap Inti
Ajukanlah pertanyaan secara sistematis. Kemudkakan pertanyaan itu secara jelas dan singkat. Jumlah pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan situasi dan waktu. Pertanyaan-pertanyaan disampaikan dengan ramah sehingga dapat menciptakan suasana akrab dengan orang yang diwawancarai.
Selama proses wawancara berlangsung, pewawancara hendaknya bersikap sebagai pihak yang netral. Artinya, ia tidak memihak pada suatu konflik pendapat, peristiwa, ataupun konflik-konflik lainnya yang mungkin dikemukakan narasumber. Pewawancara hendaknya tidak pula mempengaruhi sikap, pendirian, ataupun emosi-emosi narasumber. Selain itu, pewawancara harus pula mempunyai kesiapan dan tektik-teknik khusus dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi. Misalnya, jawaban yang dikemukakan narasumber, dan sebagainya.
Pewawancara hendaknya memiliki kemampuan mendengar yang akurat. Catatlah data penting yang dikemukakan oleh orang yang diwawancarai. Apabila perekaman data menggunakan tape recorder hendaknya berdasarkan persetujuan narasumber terlebih dahulu. Namun demikian, walaupun sudah menggunakan tape recorder, sebaiknya pewawancara tetap melakukan pencatatan, yang cukup berupa kata-kata kunci dari pendapat yang dikemukakan narasumber. Catatan atau kata-kata kunci itu gunanya untuk membantu pewawancara agar (1) dapat merencanakan pertanyaan baru berikutnya, (2) membantu pewawancara untuk mencari pokok-pokok penting dalam pita kaset sehingga mempermudah proses penganalisisannya.

c.       Tahap Penutup
Akhiri kegiatan wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan. Pewawancara hendaknya menyatakan ucapan terima kasih. Tambahkan pula pengharapannya agar kedua pihak dapat bertemu lagi pada kesempatan lain. Tetaplah pelihara hubungan baik dengannya.
Sebelum hasil wawancara itu diolah atau dipublikasikan, sebaiknya narasumber mengetahui rekaman atau catatan dari pendapat-pendapat yang telah dikemukakannya itu. Cara ini dapat menghindari kesalahpahaman di samping memberikan kesempatan kepada narasumber untuk mengoreksi kekeliruan yang mungkin terjadi dari yang telah dikatakannya.
Menulis Laporan Wawancara
Wawancara merupakan salah satu tekni pengumpulan informasi. Karena itu, setelah proses wawancara berlangsung, pewawancara harus menuangkan hasilnya ke dalam sebuah laporan. Penuangan hasilnya itu perlu dilakukan dengan segera karena pikiran masih segar dalam mengingat jalannya wawancara.
Menulis laporan merupakan kegiatan terakhir dari proses wawancara. Laporan wawancara dapat disusun dalam bentuk artikel jurnalistik seperti yang kita lihat di koran-koran; dapat pula disusun dalam bentuk formal, yang meliputi tiga bagian-bagian berikut;
Pendahuluan, yang meliputi:
·         Latar belakang pelaksanaan wawancara,
·         Tujuan wawancara,
·         Nama instansi atau narasumber yang diwawancarai,
·         Waktu dan tempat dilaksanakan wawancara.

Isi, yang meliputi;
·         Informasi tentang berbagai hal sesuai dengan pokok-pokok masalah yang telah direncanakan,
·         Uraian tentang analisis atau hasil wawancara.

Penutup; yang meliputi;
·         Kesimpulan
·         Saran-saran
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan hasil wawancara:
Ø  Penulisan hendaknya memperhatikan ejaan dan tata bahasa baku,
Ø  Penulisan hendaknya timelakukan penafsiran yang terlalu jauh (berlebihan) batas hasil wawancara,
Ø  Pilihlah informasi yang penting dan relevan dengan masalah-masalah yang telah dirumuskan,
Ø  Penulis hendaknya memelihara kerahasiaan dan menjaga nama baik narasumber.
Beberapa Hal Yang Harus Dihindari Ketika Proses Wawancara Berlangsung
a.       Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum atau pasti jawabannya.
b.      Menanyakan pertanyaan yang inti jawabannya sama dengan pertanyaan sebelumnya.
c.       Meminta narasumber untuk mengulang-ulang jawabannya.
d.      Memotong pembicaraan narasumber.
e.       Bersikap lebih pandai dari narasumber

Membaca Memindai



MEMBACA MEMINDAI

Membaca memindai sering disebut membaca scanning. Istilah lain scanning adalah teknik baca sepintas atau teknik baca tatap (Haryadi, 2007: 170). Scanning merupakan teknik membaca sekilas dan cepat, tetapi teliti dengan maksud menemukan dan memeroleh informasi tertentu atau fakta khusus dari sebuah bacaan (Tarigan, 1994: 31). Dalam penggunaannya, pembaca langsung mencari informasi tertentu atau fakta khusus yang diinginkan tanpa memerhatikan atau membaca bagian lain dalam bacaan yang tidak dicari. Setelah menemukan infomasi yang dicari, pembaca membaca dengan teliti untuk memperoleh infomasi tersebut. Sudahkah kamu memahami arti membaca memindai? Apa saja kegunaan teknik membaca memindai? Dalam kehidupan sehari-hari, teknik membaca memindai digunakan dengan tujuan, antara lain menemukan topik tertentu, memilih acara tertentu, menemukan kata dalam kamus, mencari nomor telepon dalam buku petunjuk telepon, dan mencari entri pada indeks (Soedarso, 2004: 96). Pada pembelajaran ini, kamu diajak agar mampu menguasai kompetensi membaca teks wacana berjudul Kelangkaan Solar di Palangkaraya dan menemukan kata-kata menarik dalam teks. Selanjutnya kamu dapat mencari makna kata-kata tersebut dari dalam kamus dengan teknik membaca memindai.
Cara Membaca Memindai Kamus
Kamus merupakan buku yang memuat perbendaharaan kata dan makna suatu bahasa tertentu yang idealnya tidak terbatas jumlahnya. Untuk mempercepat menemukan kata yang dicari, terlebih dahulu pembaca harus mempelajari kamus tersebut. Beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk mencari kata dan maknanya dalam kamus dengan teknik membaca memindai adalah sebagai berikut.
  1. Menentukan kata yang akan dicari maknanya.
  2. Mencari kata tersebut dengan langsung membuka halaman  pertama yang mengandung huruf awal dari kata yang dicari. Misalnya, mencari makna kata silogisme. Pembaca langsung membuka halaman pertama yang berhuruf awal s. Untuk memudahkannya, pembaca dapat memanfaatkan pembatas huruf yang ada pada kamus. Setelah itu, pembaca memindai halaman tersebut ke halaman berikutnya sampai menemukan kata silogisme.
  3. Setelah menemukan, lalu membaca dengan teliti makna kata tersebut.
Dalam membaca kamus, pembaca perlu memerhatikan petunjuk berikut.
  • Memerhatikan ejaan kata tersebut dengan saksama.
  • Memerhatikan cara pengucapan, panjang pendeknya, dan    tekanannya.
  • Memerhatikan asal usul katanya, biasanya ditulis dalam kurung. Tidak cepat memilih suatu makna kata karena satu kata kadang mempunyai makna lebih dari satu dan diperinci dengan angka 1, 2, 3. Memerhatikan contoh kalimat yang dapat memperjelas makna kata yang dicari.
  • Untuk dapat cepat menemukan makna kata yang dicari, hendaknya memerhatikan petunjuk yang ada pada setiap halaman.
Membaca memindai dalam tabel atau diagram
Menurut Ahmad A.K. Muda dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, tabel adalah daftar berisi data informasi yang berupa kata-kata dan angka-angka berlajur ke bawah. Sedangkan diagram adalah gambaran sketsa untuk menunjukkan tentang sesuatu.
Di dalam tabel dan diagram kita dapat menemukan informasi dengan cara membaca memindai. Cara ini dapat dilihat dari contoh di bawah ini!

Contoh
Tabel
Hasil Try Out Bulan Januari 2012
Kelas 7 / 1 / 4 dan 7 / 1 / 5 Budiwijaya Cabang Parameswara
No Nama Matematika IPA Bahasa Indonesia Jumlah
1. Syihabbudin 85 60 60 205
2. Anita 50 65 80 195
3. Niken 15 75 100 190
4. Anggi 50 65 65 180
5. Shelva 70 35 70 175
Dengan teknik membaca memindai, diperoleh data bahwa:
1. Syihabbudin memperoleh nilai tertinggi dengan jumlah 205,
2. Niken mempunyai selisih jumlah nilai sebanyak 5 dibandingkan Anita,
3. Anggi mendapatkan peringkat dibawah Niken dan di ata Shelva,
4. Shelva berada diurutan terakhir dibandingkan 4 temannya dengan jumlah 175