Berita

Kamis, 08 Mei 2014



Berita

Berita adalah laporan tentang suatu peristiwa atau kejadian. Menurut Mickhel V. Charniey (Romli, 2009:5) mengemukakan bahwa “berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian pembaca, serta menyangkut kepentingan mereka”. Willard C. Bleyer ( Romli, 2009:35) berita adalah sesuatau yang terkini (baru) yang di pilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar sehingga menarik minat bagi pembaca.
Wiliam S maulsby ( Romli, 2009:35) berita adalah suatu penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta yang punya arti penting arti penting dan baru terjadi, yang dapat menarik perhatian pembaca surat kabar yang memuat hal tersebut. Sedangkan Eric C Hepwood ( Romli, 2009:35) mengemukakan bahwa berita adalah laporan pertama dari kejadia penting dan dapat menarik perhatian umum.
Pada umunya berita disusun dengan menggunakan teknik piramida terbalik. Maksudnya adalah informasi utama berita disajikan pada paragraf pertama berita tersebut (kepala berita), sedangkan paragraf selanjutnya berisi penjelasan ( ada dalam badan dan ekor berita).
Menyimpulkan Isi berita yang Didengar dalam Beberapa Kalimat
Dalam menyimpulkan sebuah berita, sebaiknya kamu mengetahui terlebih dahulu unsur apa saja yang menyusun sebuah berita.

Unsur Berita
Sebuah berita tersusun atas unsur – unsur:
1.      Apa (What)           : Apa yang diberitakan
2.      Siapa (Who)          : Siapa yang terlibat dalam berita tersebut
3.      Di mana (Where)   : Di mana berita tersebut terjadi
4.      Kapan (When)       : Kapan peristiwa dalam berita tersebut terjadi
5.      Mengapa (Why)    : Mengapa peristiwa dalam berita tersebut dapat terjadi
6.      Bagaimana (How) : Bagaimana dampak dari peristiwa  dalam peristiwa tersebut
Kelima unsur penyusunan sebuah berita tersebut biasanya dikenal dengan rumus 5W+1H

Jenis Berita
Berikut adalah jenis berita, Sumadiria (2008 : 69-71) “ada tiga jenis berita dalam ativitas jurnalistik, yang terdiri atas berita elementary, berita intermediate dan berita advance.”
1.        Berita Elementary
a.       Straight news report adalah laporan langsung mengenai suatu peritiwa. Misalnya, sebuah pidato biasanya merupakan berita-berita langsung yang hanya menyjikan apa yang terjadi dalam waktu singkat.
b.      Depth news report. Reporter (wartawan) menghimpun informasi dengan fakta-fakta mengenai peristiwa itu sendiri sebagai informasi tambahan untuk peristiwa tersebut. Dalam sebuah pidato pemilihan calon presiden, reporter akan memasukkan pidato itu sendiri dan dibandingkan dengan pernyataan-pernyataan yang telah dikeluarkan oleh calon presiden tersebut beberapa waktu lalu.
c.       Comprehensive news merupakan laporan tentang fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek.
2.        Berita Intermediate
a.       Interpretative report lebih dari sekedar  straight news dan Depth news. Berita Interpretative biasanya memfokuskan sebuah isu, masalah, atau peristiwa-peristiwa kontroversial. Namun demikian, fokus laporan beritanya masih berbicara mengenai fakta yang terbukti bukan opini.
b.      Feature story. Penulis mencari fakta untuk menarik perhatian pembacanya. Penulis feature menyajikan suatu pengalaman pembaca yang lebih bergantung pada gaya penulisan dan humor daripada pentingnya informasi yang disajikan.
3.        Berita Advence
a.       Depth reporting adalah pelaporan jurnalistik yang bersifat mendalam, tajam, lengkap dan utuh tentang suatu peristiwa fenomenal atau aktual.
b.      Investigative reporting berisikan hal-hal yang tidak jauh berbeda dengan laporan interpretatif. Berita jenis ini biasanya memusatkan pada sejumlah masalah dan kontroversi. Namun demikian, dalam laporan investigatif, para wartawan melakukan penyelidikan untuk memperoleh fakta yang tersembunyi demi tujuan. Pelaksanaannya sering ilegal atau tidak etis.
c.       Editorial writing adalah penyajian fakta dan opini yang menafsirkan berita-berita yang penting dan memengaruhi pendapat umum.

Unsur-unsur Dalam Pembuatan Berita
    1)      Unsur actual
Mengandung unsur terkini, terbaru, terhangat, baru saja atau sedang  terjadi. Pengertian terbaru, bisa merupakan fakta terbaru yang ditemukan dari suatu peristiwa lama, atau peristiwa yang baru saja terjadi.
    2)      Unsur Faktual
Dalam unsur faktual, kejadian benar-benar merupakan suatu kenyataan, bukan suatu rekayasa, khayalan atau karangan. Fakta dalam sebuah berita muncul dan diperoleh dari sebuah kejadian nyata, pendapat ataupun pernyataan.
    3)      Unsur Penting
Ada dua hal dalam berita dinilai penting. Pertama tokoh yang terlibat dalam pemberitaan adalah tokoh penting atau memiliki kapasitas yang telah diakui oleh masyarakat.
Kedua, materi berita menyangkut kepentingan orang banyak dan mempengaruhi kondisi masyarakat.
    4)      Unsur Menarik
Menimbulkan rasa ingin tahu, dan ketertarikan dari masyarakat untuk menyimak isi berita tersebut. Peristiwa yang menarik dan diminati oleh masyarakat biasanya bersifat menghibur, aneh, memiliki unsur kedekatan, mengandung nilai kemanusiaan, mengandung unsur seks, kriminalitas dan konflik.

Teknik Atau Cara Membacakan berita
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca beruta adalah sebagai berukut
      a.       Lafal
Lafal adalah suatu cara seseorang atau sekelompok orang dalam mengucapkan bunyi bahasa. Bunyi bahasa Indonesia meliputi Vokal, konsonan, diftone, gabungan konsonan.
      b.      Tekanan/Nada
Tekanan atau nada adalah tinggi rendahnya pengucapan suatu kata. Dalam hal ini nada berfungsi untuk member tekanan khusus pada kata-kata tertentu
      c.       Intonasi
Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat. Intonasi berfungsi sebagai pembentuk makna kalimat
      d.      Jeda
Jeda adalah perhentian lagu kalimat. Jeda terbagi ke dalam 3 jenis yaitu :
Jeda panjang ( . ) titik
Jeda sedang ( , ) koma
Jeda pendek ( _ ) spasi
      e.       Volume
Volume suara adalah takaran perlahan atau kerasnya suara yang dikeluarkan
f.       Tempo
Tempo adalah lambat atau cepatnya pembacaan sebuah berita. 





Menulis Kreatif Puisi Berdasarkan Pengalaman



Menulis Kreatif Puisi Berdasarkan Pengalaman

Puisi merupakan salah satu ungkapan perasaan.Ungkapan perasaan bisa melalui kebanggaan, kekaguman, kekecewaan, kekesalan, dan lain – lain. Unsur imajinasi akan dapat mewarnai bentuk puisi menjadi lebih indah. Sedangkan keindahan puisi itu sendiri terbangun dari diksi, nada, irama, bahkan kinesiknya.
            Menulis puisi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebagaimana telah kamu ketahui, bahwa puisi dapat ditulis berdasarkan pengalaman – pengalaman yang telah dialami. Pengalaman yang menyedihkan, membahagiakan, mengecewakan, menyenangkan, dan sebagai dapat kamu jadikan sebagai bahan inspirasi untuk menulis puisi. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa menulis puisi itu sangatlah mudah karena berkaitan dengan kehidupan sehari – hari.
            Meskipun tidak ada teori penciptaan puisi, puisi memiliki perasaan yang bersifat umum, meliputi badan puisi, bahasa, bentuk ekspresi puisi, dan pengembangan bahan. Ada sebelas unsur dalam penulisan puisi, yaitu diksi, pengimajian, kata konkret, majas, versifikasi (meliputi rima, ritma, dan metrum), tipografi, sarana retorika, tema, nilai rasa, nada atau sikap penyair terhadap pembaca, dan amanat.
            Kemampuan menulis puisi sebenarnya termasuk jenis ketrampilan. Seperti ketrampilan lain, untuk mampu menulis puisi kita perlu berlatih. Berikut merupakan langkah awal dalam berlatih menulis puisi.
1)      Menentukan tema yang akan diangkat dalam puisimu.
2)      menghantui. Takut salah, takut tidak berbobot, takut dilecehkan, dan sebagainya.
3)      Tuliskan semua kata  - kata yang muncul di benakmu yang terkait dengan tema tersebut. Dalam tahap ini kamu tidak perlu merisaukan penggunaan diksi.
4)      Setelah kamu rasa cukup atau selesai, mulailah kamu cermati: keindahan diksi, perimaan, urutan, keserasian bait, dan unsur – unsur puisi lainnya (metafora, citraan, simbol, mitos, tema, dan amanat)

Bertelepon



BERTELEPON

Telepon merupakan sarana komunikasi yang sangat penting  peranannya dalam kehidupan manusia. Sarana komunikasi jenis telepon ini tidak hanya mengatasi kendala jarak dan waktu, tetapi memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Maksudnya, berkomunikasi dengan telepon dapat dilakukan kapan saja dan di mana pun berada. Pada umumnya, telepon digunakan agar mempermudah hubungan atau komunikasi, walaupun tempatnya berjauhan. Kita tidak perlu datang dan bertatap muka secara langsung. Apabila menggunakan pesawat telepon, kita hanya mendengar suaranya. Meskipun demikian, dalam berkomunikasi melalui telepon harus memerhatikan santun berbahasa agar terjadi hubungan yang harmonis antara pengirim telepon dan penerima telepon. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan dalam bertelepon hendaknya bahasa yang efektif,sopan, baik, dan benar. Untuk itu, kamu perlu memerhatikan tata cara bertelepon secara benar.

Kesantunan berbahasa dalam bertelepon meliputi pilihan kata, ungkapan, ekspresi, dan susunan kalimat saat berbicara.
Contoh kalimat yang efektif dan bahasa yang santun dalam bertelepon:
1.      Halo, selamat siang. Bisa minta tolong bicara dengan Bapak Rudi?
2.      Salah sambung? Oh, maaf kami telah mengganggu Bapak.

Cara menelepon yang menyenangkan dan efisien berpengaruh terhadap citra kepribadian seseorang maupun kewibawaan suatu instansi. Berikut beberapa tata cara yang perlu kamu perhatikan dalam bertelepon.
a.       Jika kamu sebagai penelepon, hendaknya memerhatikan hal-hal berikut.
1)   Meyakinkan kebenaran nomor telepon yang hendak dihubungi agar tidak salah sambung.
2)   Menyiapkan pokok pembicaraan yang akan disampaikan agar pembicaraan tidak melantur.
3)   Pembicaraan dilakukan dengan singkat dan jelas.
b.      Jika kamu sebagai penerima telepon, hendaknya memerhatikan hal-hal berikut.
1)   Memerhatikan keadaan dan berbicara dengan sopan serta ramah saat menerima telepon.
2)   Menyediakan alat untuk mencatat hal-hal penting

Bagian-bagian dalam percakapan melalui telepon:
1)      Salam pembuka (perkenalan catat saat menerima telepon diri),
2)      Pembuka percakapan,
3)      Menyebutkan identitas
4)      Bertanya dengan sopan maksud penelepon
5)      Inti pembicaraan dicatat.
6)      Penutup diri.
7)      Salam penutup.

Tidak menutup pembicaraan dalam telepon terlebih dahulu. Jika terpaksa menutup lebih dahulu, gunakan kata yang bijak. Misalnya, “Maaf, saya akhiri dulu pembicaraan ini, ya!”

Menulis Buku Harian

Menulis Buku Harian

Buku harian atau diary adalah catatan kejadian yang pernah kita alami sehari-hari. Kita menulis kejadian yang mengesankan hari ini pada buku diary. Fungsi buku diary adalah sebagai kenang-kenangan masa-masa yang pernah kita alami. Bisa juga sebagai momentum/ sejarah kehidupan kita. Seiring dengan perubahan zaman yang terlalu cepat sehingga perubahan tersebut membuat individu semakin stress entah dengan kariernya atau keluarganya, Diary atau buku harian pun berubah fungsi dari sekedar menyimpan kenangan menjadi sebuah media untuk mencurahkan perasaan seseorang atas masalah yang dihadapinya. Menurut Alice D. Domar, menulis buku harian adalah sebuah langkah untuk mengungkapkan emosi dan perasaan kita dan membantu kita untuk merawat pikiran kita. Juga dengan berkembangnya teknologi, buku harian sekarang tidak hanya ditulis pada secarik kertas namun juga bisa berupa data di komputer atau notebook bahkan ada yang berupa fasilitas daring untuk menulis buku harian di Internet.

Ada beberapa manfaat yang dapat kamu peroleh dari menulis di buku diary, yaitu:
1.      Mendokumentasikan pengalaman
2.      Mengisi waktu senggang
3.      Mengasah kemampuan menulis
4.      Mengingat kenangan
5.      Mengurangi kegundahan atau tekanan batin, dan
6.      Mengevaluasi dan merefleksi diri
                                                             
Hal – hal yang perlu dicamtumkan saat menulis buku harian
a.       Tempat
b.      Waktu
c.       Peristiwa
d.      Perasaan yang dialami